Wednesday, 13 February 2013 Diposkan oleh anggietrsdhwrdn 0 komentar »

Dongeng



 Ingin sekali aku menulis sebuah dongeng atau cerita saat ini. Hal yang ingin menjadikan hobby bagiku nantinya. Dongeng yang menarik untuk didengarkan, cerita yang menarik untuk disimak dan menarik untuk dibaca.  Dongeng yang bisa diambil pelajaran darinya. Dongeng yang membuat pendengarnya setia mendengarkan. Dongeng yang membuat pembacanya terus menantikan. Dongeng yang membuat anak-anak itu terlelap dalam tidurnya. Dongeng yang selalu diceritakan pada setiap generasi pada masa depan. Aku ingin sekali dongeng itu. Aku ingin sekali menulisnya.



       Bagaimana aku menulisnya. Aku belum punya judul. Sulit sekali aku membuat judul itu. Yang katanya judul dapat membuat inspirasi isinya. Judul yang dapat menarik para pendengar penasaran. Judul yang dapat membuat para pembaca tertuju padanya. Aku tak punya judul. Bagaimana aku menulisnya. Aku juga tak punya kertas. Kertas yang sangat berkualitas. Kualitas kertas yang terbaik didunia ini. Kertas yang tak lapuk oleh waktu. Kertas yang terus terjaga. Kertas Yang senantiasa menjaga dongengku dapat dibaca dengan baik. Aku ingin kertas itu. Aku belum menemukannya.

       Aku juga tak punya tinta. Tinta yang aku inginkan tentunya adalah tinta emas. Yang dapat membuat pembacanya terkesan olehnya. Tinta yang dapat membuat pembacanya terkagum sebelum membaca dongengku itu. Sangat kesulitan aku mendapatkan tinta emas itu. Tinta emas sudah tentu mahal harganya. Tak banyak juga yang dapat membuatnya. Yang kupunya hanya tinta hitam. Akankah aku menulisnya dengan tinta hitam. Hitamnya yang tak terlalu pekat aku menganggapnya.  Akankah menarik perhatian dongeng yang aku tulis dengan tinta hitam. Aku tak punya semua yang kuharapkan. Aku tak punya itu.

       Kutuliskah dongengku jadinya. Masih dalam anganku. Anganku yang semrawut tak karuan entah jadinya. Mengembara menjelajahi jalan-jalan setapak yang terkadang berliku, ditepian jurang, licin dan berlumut. Entah berapa banyak aral yang melintang disana-sini. Diam sejenak kulakukan sempat beberapa waktu menganalisa apa yang terjadi. Apa yang harus kuperbuat. Mengalir membuatku terbawa ditepian sungai yang dangkal. Diam disana. Menatapi bebatuan yang mencampuri angan-anganku. Masih dalam anganku. Tak terbayang.

0 komentar:

Post a Comment